PENGANTIN JATUH KE JURANG

Senin, 23 Februari 2015


Maksud hati ingin merayakan pernikahan bersama keluarga besar di Bunga Mas, Bengkulu Selatan, tapi apa daya di tengah perjalanan, tepatnya di kawasan Tebing Batu Syech Manula Pugung Kecamatan Lemong, Lampung Barat, tak jauh dari perbatasan, bus PO Penantian Utama yang dicarter oleh keluarga mempelai wanita dari Desa Tanjung Baru Ranau terguling dan terperosot ke jurang sedalam 61 meter.  Dalam peristiwa naas tersebut 13 orang meninggal dunia. Beruntunglah bahwa calon mempelai selamat sehingga prosesi pernikahan tetap berlangsung walau dalam suasana duka yang mendalam.

Di penghujung penutup tahun,  tanggal 19 Desember 2008, sekitar pukul 08.00 WIB rombongan pengantin sebanyak 34 orang menyesaki mobil bus PO Penantian Utama dengan nomor kendaraan BE-2334-FC yang hanya berkapasitas 28 orang dan 270 kg barang tersebut berangkat dari Ranau menuju Manna, Bunga Mas, Bengkulu Selatan. Perjalanan dari Ranau menuju Manna akan memakan waktu selama 7 sampai dengan 8 jam dalam kondisi perjalanan yang normal.

Rombongan berangkat dalam suasana gembira, kendati harus ada penumpang yang berdiri karena kapasitas tempat duduk yang tersedia tidak mencukupi. Kondisi jalan menuju tempat tujuan banyak tanjakan, turunan serta tikungan yang menuntut kewaspadaan dan kehati-hatian, terutama jika harus berpapasan dengan kendaraan lain dari awarh yang berlawanan. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam lebih, mereka mampir beristirahat selama kurang lebih satu jam di Desa Lemong.

Pukul 11.00 WIB bus PO Penantian Utama kembali melanjutkan perjalanan. Kira-kira 500 meter sebelum tiba di lokasi kejadian, pada kondisi jalan yang menanjak, tiba-tiba jalan menurun. berlubang dan menikung. Pada pukul 12.30 WIB di kawasan Tebing Batu Syech Manula Pugung, kecamatan Lemong, Pengemudi berusia muda (28 Tahun) ini berusaha menurunkan kecepatan kendaraan dengan pengereman, namun karena kondisi jalan yang menurun tajam, beban dan berat kendaraan serta jalan yang agak perpasir/kerikil mengakibatkan bus tetap meluncur. Dalam situasi yang terjepit, supir mengarahkan kendaraan ke gundukan pasir yang berada di sebelah kanan jalan dengan maksud agar kendaraan dapat berhenti. Namun apa yang terjadi, roda bagian depan kanan terangkat dan kendaraan menjadi miring ke kiri, terguling-guling dan jatuh ke dalam jurang. Hanya teriakan panik dan histeris yang terdengar sebelum bus tergelatak di dasar jurang.

Akibat kecelakaan tersebut 13 orang meninggal dunia, 10 orang diantaranya meninggal di tempat kejadian dan 3 orang lainnya meninggal saat mendapat perawatan di rumah sakit. Kecelakaan ini juga mengakibatkan 19 orang luka berat dan empat orang luka ringan. Sementara supir dan kondekturnya serta calon mempelai pengantin dinyatakan selamat.

Investigasi yang dilakukan oleh KNKT di lokasi kejadian beserta wawancara dengan saksi-saksi menemukan bahwa secara administratif Bus PO Penantian Utama kelebihan batas muatan, beroperasi secara illegal karena tidak mengantongi izin insidentil untuk rute yang dilaluinya, serta dianggap tidal laik jalan karena masa uji berlakunya tidak berlaku lagi. Sementera kondisi jalan di Kawasan Tebing Batu Syech Manula Pugung (tempat kejadian) jalannya menurun dan menikung tanpa adanya rambu lalu lintas, marka jalan dan pagar pengaman di tepi jurang.

Berdasarkan temuan-temuan tersebut, KNKT merekomendasikan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Lampung untuk melakukan inventarisasi Daerah Rawan Kecelakaan (DRK) yang ada di wilayah provinsinya. KNKT juga merekomendasikan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung untuk menempatkan pos pengawasan di lokasi kejadian mengingat area tersebut rawan kecelakaan, serta segera memangkas ranting-ranting pepohonan yang menghalangi pandangan pengemudi kendaraan.


 

0 komentar:

Posting Komentar