SAJAK NOTULEN (2) INHOUSE TRAINING KNKT

Kamis, 30 Oktober 2014


INHOUSE TRAINING FOR RAILWAY ACCIDENT INVESTIGATORS
BANDUNG, 09 – 11 SEPTEMBER 2014



Presentasi Edi Sasongko
Pelaksanaan Investigasi Kecelakaan

Anda wajib mengabarkannya
Secepat dan sesegera mungkin.
Lalu ketua KNKT keluarkan keputusan
Investigator akan melakukan investigasi
lengkap dengan segala peralatan dan dokumen

7 atau 10 hari kemudian
akan kami khabarkan hasil
dari kronologis kejadian dengan fakta-fakta
akan ada rekomendasi segera
untuk ditindaklanjuti bagi perbaikan

Laporan menyusul 9 bul;an kemudian
Setelah mendengar tanggapan stake holder
analisis dari para pakar dan ahli
hingga keluar rekomendasi final
agar kejadian serupa tidak terulang lagi.


Presentasi Chandrawan Adhyputranto
Safety Assessment

Jika menginginkan selamat
berpikirlah tentang keselamatan
berpikirlah tentang kemungkinan resiko
pastikan sarana perkeretaapian safey
Prasarana hingga perlintasan safety
manusia yang mengoperasionalkan professional
masinis memiliki keterampilan bersyarat
penjaga perlintasan setia sedia di tempat

Berpikirlah segala kemungkinan dapat terjadi
Sehingga kewaspadaan menjadi hal utama.


Presentasi Capt. Nurcahyo Utomo
Wawancara Saksi

Saksi terlibat dalam kecelakaan
saksi merasakan akibat kejadian
Saksi melihat peristiwa
Saksi dapat mengungkap sebab kecelakaan

Perlakukan saksi dengan baik
Perlakukan ia sebagai aktor yang diperlukan
bantu ia mengingat detail kejadian
agar info yang diberikan akurat


Presentasi Ony Suryo Wibowo
Fotografi Sebagai Alat Bukti

Berhentilah untuk narsis sejenak
Manfaatkan kameramu untuk merekam semua
Sebelum tapak bukti terhapus waktu
atau obyek foto berpindah posisi

Jepret dan bidiklah dari berbagai sisi
kelak ia diperlukan sebagai pendukung analisis
sekaligus dokumentasi autentik suatu peristiwa.
Karena itu tingkatkan kemampuan fotografimu



 

 


SAJAK NOTULEN (1) INHOUSE TRAINING KNKT

Rabu, 29 Oktober 2014


IN HOUSE TRAINING
INVESTIGASI KECELAKAAN TRANSPORTASI JALAN
DI KUTA BEACH, BALI, 12-13 MEI 2014


PRESENTASI Ketua KNKT
MARI BERSAMA MERAWAT KNKT

Sarana dan prasarana transportasi
Diciptakan bukan buat panggung pertunjukan
tentang lakon tragedy pengguna jalan.

Moda transportasi dikelola
bukan sebagai sungai air mata
bukan sebagai ladang kematian
bukan sebagai paduan jerit menyayat
.
Moda transportasi sejatinya dikelola
Untuk kenyamanan pengguna
dan jaminan keselamatan manusia
untuk itu KNKT dihadirkan

Namun KNKT berumah di panti
Hidup sederhana, makan seadanya.

Siapa orang tua KNKT ?
Regulasi perkereta apian tak tegas menyatakan.
Regulasi penerbangan hanya samar-samar mengakui
Regulasi lalu lintas darat bahkan menyangkalnya.

Begitulah nasibmu KNKT
Mari bersama merawatnya.


PRESENTASI GEDE PASEK SUARTIKA
PANCA PILAR

Satu, Menajemen keselamatan kerja.
Dua, Jalan yang menjamin selamat
Tiga, memanusiakan pengguna jalan
Empat, kendaraan yang nyaman dan aman
Lima, Rehabilitasi pasca kecelakaan.


 PRESENTASI, PAK TOTO
 TANGGAP DARURAT

Gunakan pintu darurat
Dalam keadaan darurat
Kalau pintu darurat macet
Jangan panic
Tekan tombol darurat
Jika tombol darurat tak tertekan
Pecahkan kaca ini
Kalau kacanya tak mau pecah
Pergunakan nalurimu bertindak darurat.


PRESENTASI M. HARLY, MT
 REM PARKIR

Kaulah pengatur dan pengendali
Kau yang menentukan kapan berjalan
Kau yang menentukan kapan berhenti
Karena kendaraan adalah dirimu
Jika dirimu tak ada dalam kendaraan
Pergunakan rem parkir


PRESENTASI KUSNENDI SOEHARDJO
KENALI DAN GAULI

Aku dan kau dalam raga KNKT
Kenali raga kita agar bisa menggaulinya
Kenali tugas dan fungsinya
Pahami prinsip kerjanya
No blame, no Judicial, and no liability

Jika terjadi kecelakaan moda transportasi
Kita akan berada di sana, bersama
Mencari sebab agar tak terulang
Agar moda transportasi terkelola baik.
Aku dan kau akan mencatat semuanya
Agar tapak-tapak dedikasi kita terekam
Dalam catatan administrasi yang rapih.

PHILOSOPHY KACA SPION

Selasa, 28 Oktober 2014


Baru kali ini aku memberanikan diri keluar dari wilayah Tanjung Priok dengan mengendarai motor. Biasanya aku memilih naik kendaraan umum atau naik taxi sekalian daripada harus olahraga jantung melintasi keramaian Kota Jakarta dan sikap ugal-ugalan para supir angkot dan metromini. Sebuah keterpaksaan karena harus mengantar karib lamaku ke stasiun  Kereta Api Senen. Karibku tentu tidak terima kalau aku katakana takut naik motor di kepadatan lalu lintas,  karena ia tahu persis bagaimana lincahnya aku berkendaraan sewaktu masih kuliah dulu.

Sepanjang perjalanan aku lebih sering menepi atau masuk ke jalur lambat, bukan karena ingin melambatkan laju kendaraanku, atau ada keperluan lain untuk mampir di toko atau tempat lain. Sikap berkendaraan yang tegang sepertinya dirasakan oleh temanku. Itu aku ketahui bagaimana kedua lututnya merapat menekan pahaku dan sekali-sekali mengingatkanku untuk berhati-hati. Sesungguhnya aku sudah teramat hati-hati hingga kerap melirik kaca spion untuk memastikan tidak ada kendaraan dari belakang yang akan menyalip ketika membelok atau memgambil jalur lain. Namun demikian mataku selalu awas menatap ke depan karena target dan tujuanku berada di depan. 

Sepintas aku berpikir dan merenung, rupanya berkendaraan di jalan raya ini seperti menjalani  kehidupan juga. Kehidupan masa silam di belakang ternyata tetap kita perlukan sebagai pembelajaran untuk mawas melaju ke depan. Tetapi kita tidak boleh terpaku terlalu lama dengan kenangan masa silam, dan melupakan arah masa depan yang kita tuju. Masa silam hanya perlu dalam lirikan sepintas, sedangkan pandangan penuh tetap ke arah depan. Bayangkan jika dalam berkendaraan anda memberi porsi perhatian yang terlalu besar pada kaca spion yang kecil, maka kemungkinan anda akan menemui kecelakaan dan hambatan ke masa depan. Coba kita perhatikan diri kita saat berkendaraan, ternyata kita tidak pernah melepaskan pandangan ke depan  walau harus sering melirik kaca spion. Kita tidak pernah melihat kaca spion terlalu lama, bahkan kita tidak sungguh-sungguh melihat kaca spion itu. Kita hanya meliriknya dan pandangan kita tidak pernah lepas ke arah depan.

Tampaknya demikian pula kehidupan yang harus kita jalani. Kita memang perlu sesekali menengok masa silam sebagai sebuah pengalaman dan pembelajaran, namun kita tidak boleh larut dengan masa silam karena roda kehidupan selalu bergerak ke depan dan tidak berhenti di masa lalu. Bagi saudara-saudara yang mempunyai masa lalu yang menggembirakan, syukurilah sebagai Rahmat Allah yang terlimpah kepada kita, tetapi jangan larut dalam nostalgia romantisme yang berlebihan. Sebaliknya bagi saudaraku yang memiliki masa silam yang menyedihkan, jangan larut dengan kesedihan. Bangkitlah menatap masa depan.

Dari catatan lama
Zulkomar